Selasa, 29 Oktober 2019

VTP (Virtual Trunking Protocol)



VTP (Virtual Trunking Protocol)

  I.      Pengertian dan Konsep Dasar VTP

VTP adalah adalah suatu protocol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar  yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).



konsep dasar VTP . (mengenalkan VLAN pada jaringan)
Di dalam artikel VLAN pada beberapa edisi sebelumnya, Anda telah melihat konsep VLAN dan juga   VLAN tagging protocol seperti ISL. Jika Anda ingat kembali, tujuan mengonfigurasi VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.
VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Kelemahan cara ini adalah banyaknya port switch yang menghubungkan switch tersebut. Cara ini juga lebih manual, membutuhkan lebih banyak waktu, dan sulit untuk dikelola. Oleh karena itu, muncullah VLAN trunking yang bertujuan untuk menghubungkan switch dengan interlink (uplink) kecepatan tinggi, dan beberapa VLAN dapat berbagi satu kabel.
Trunk link tidak dibuat untuk satu VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah dengan cepat. Cara yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk membedakan kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode untuk mengidentifikasi frame setiap LAN.
           II.      Frame VTP
Karena trunk link dapat digunakan untuk mentransmisi beberapa VLAN, switch harus mengidentifikasi frame setiap VLAN pada waktu mereka dikirim atau diterima melalui trunk link. Identifikasi frame atau tagging, memberi ID yang berbeda untuk setiap frame yang melewati trunk link. ID ini dapat dianggap sebagai nomor VLAN atau “warna” VLAN, karena setiap VLAN yang digambar pada diagram jaringan mempunyai warna yang berbeda. Identifikasi frame VLAN dikembangkan untuk jaringan switch. Pada waktu setiap frame melewati trunk link, suatu pengenal ditambahkan dalam kepala frame. Pada waktu switch yang dilalui menerima frame ini, mereka akan memeriksa pengenalnya untuk mengetahui milik siapa frame tersebut.
           III.         VTP Domain
Tujuan utama VTP adalah untuk menyediakan fasilitas sehingga switch Cisco dapat diatur sebagai sebagai suatu grup. Sebagai contoh, jika VTP dijalankan pada semua switch Cisco Anda, pembuatan VLAN baru pada satu switch akan menyebabkan VLAN tersebut tersedia pada semua switch yang terdapat VTP management domain yang sama. VTP management domain merupakan sekelompok switch yang berbagi informasi VTP. Suatu switch hanya dapat menjadi bagian dari satu VTP management domain, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP management domain manapun.
Dari sini dapat kita lihat mengapa VTP sangat menguntungkan. Bayangkanlah suatu lingkungan di mana administrator jaringan harus mengatur 20 switch atau lebih. Tanpa VTP, untuk membuat VLAN baru administrator harus melakukannya pada semuanya switch yang diperlukan secara individu. Namun dengan VTP, administrator dapat membuat VLAN tersebut sekali dan VTP secara otomatis akan menyebarkan (advertise) informasi tersebut ke semua switch yang berada di dalam domain yang sama. Keuntungan VTP yang utama adalah efisiensi yang diberikan dalam menambah dan menghapus VLAN dan juga dalam mengubah konfigurasi VLAN dalam lingkungan yang besar.
Secara umum, mengonfigurasi VTP pada switch Cisco Catalyst bukanlah pekerjaan yang sulit. Pada kenyataannya, begitu nama VTP management domain dibuat pada setiap switch, proses pertukaran informasi VTP antar-switch akan dilakukan secara otomatis dan tidak memerlukan konfigurasi lebih lanjut atau pengaturan setiap hari. Namun, untuk mendapatkan gambaran lengkap bagaimana VTP bekerja dalam suatu VTP domain, pertama Anda harus mengetahui mode VTP.
         IV.      Mode Operasi VTP
Jika Anda ingin membuat switch menjadi bagian dari suatu VTP management domain, setiap switch harus dikonfigurasi dalam satu dari tiga mode VTP yang dapat digunakan. Mode VTP yang digunakan pada switch akan menentukan bagaimana switch berinteraksi dengan switch VTP lainnya dalam management domain tersebut. Mode VTP yang dapat digunakan pada switch Cisco adalah mode server, mode client, dan mode transparent. Mode server—VTP server mempunyai kontrol penuh atas pembuatan VLAN atau pengubahan domain mereka. Semua informasi VTP disebarkan ke switch lainnya yang terdapat dalam domain tersebut, sementara semua informasi VTP yang diterima disinkronisasikan dengan switch lain. Secara default, switch berada dalam mode VTP server. Perlu dicatat bahwa setiap VTP domain paling sedikit harus mempunya satu server sehingga VLAN dapat dibuat, dimodifikasi, atau dihapus, dan juga agar informasi VLAN dapat disebarkan.
  • Mode client—VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk membuat, mengubah, atau menghapus VLAN manapun. Pada waktu menggunakan mode client mereka mendengarkan penyebaran VTP dari switch yang lain dan kemudian memodifkasi konfigurasi VLAN mereka. Oleh karena itu, ini merupakan mode mendengar yang pasif. Informasi VTP yang diterima diteruskan ke switch tetangganya dalam domain tersebut.
  • Mode transparent—switch dalam mode transparent tidak berpartisipasi dalam VTP. Pada waktu dalam mode transparent, switch tidak menyebarkan konfigurasi VLAN-nya sendiri, dan switch tidak mensinkronisasi database VLAN-nya dengan advertisement yang diterima. Pada waktu VLAN ditambah, dihapus, atau diubah pada switch yang berjalan dalam mode transparent, perubahan tersebut hanya bersifat lokal ke switch itu sendiri, dan tidak disebarkan ke swith lainnya dalam domain tersebut.
Berdasarkan peran masing-masing mode VTP, maka sekarang kita dapat mengetahui penggunaannya. Sebagai contoh, jika mempunyai 15 switch Cisco pada jaringan, Anda dapat mengonfigurasi mereka dalam VTP domain yang sama. Walaupun setiap switch secara teori dapat berada dalam mode default (mode server), akan lebih mudah jika hanya satu switch saja yang dalam mode itu dan kemudian mengonfigurasi sisanya dakan mode client.
Kemudian, ketika Anda ingin menambah, menghapus, atau mengubah VLAN, perubahan tersebut secara otomatis dapat disebarkan ke switch mode client. Jika Anda perlu suatu switch yang “standalone”, atau tidak ingin menyebarkan informasi VLAN, gunakan mode
transparent.
        V.      VTP Advertisement
Setiap switch yang tergabung dalam VTP menyebarkan VLAN, nomor revisi, dan parameter VLAN pada port trunk-nya untuk memberitahu switch yang lain dalam management domain. VTP advertisement dikirim sebagai frame multicast. Switch akan menangkap frame yang dikirim ke alamat multicast VTP dan memproses mereka.
Karena semua switch dalam management domain mempelajari perubahan konvigurasi VLAN yang baru, suatu VLAN hanya perlu dibuat dan dikonfigurasi pada satu VTP server di dalam domain tersebut.
Secara default, management domain diset ke non-secure advertisement tanpa password. Suatu password dapat ditambahkan untuk mengeset domain ke mode secure.   Password tersebut harus dikonfigurasi pada setiap switch dalam domain sehingga semua switch yang bertukar informasi VTP akan menggunakan metode enkripsi yang sama.
VTP advertisement dimulai dengan nomor revisi konfigurasi 0 (nol). Pada waktu dilakukan perubahan, nomor revisi akan dinaikkan sebelum advertisement dikirim ke luar. Pada waktu switch menerima suatu advertisement yang nomor revisinya lebih tinggi dari yang tersimpan di dalam, advertisement tersebut akan menimpa setiap informasi VLAN yang tersimpan. Oleh karena itu, penting artinya untuk memaksa setiap jaringan baru yang ditambahkan dengan nomor revisi nol. Nomor revisi VTP disimpan dalam VRAM dan tidak berubah oleh siklus listrik switch.
        VI.      VTP Pruning
Walaupun konfigurasi trunk link (menggunakan protokol seperti ISL) memungkinkan traffic dari beberapa VLAN melewati satu link, ini tidaklah selalu optimal. Sebagai contoh, misalkan ada tiga switch yang dihubungkan dengan dua trunk link, seperti yang ditunjukkan pada gambar. Dalam kasus ini, ketiga switch tergabung VLAN 1, tetapi hanya switch A dan switch B yang tergabung dalam VLAN 2. Semua traffic VLAN 2 akan tetap dilewatkan ke switch C, walaupun ia tidak tergabung dalam VLAN 2.
Pada waktu VTP Pruning digunakan dalam VTP management domain, traffic VLAN hanya akan dilewatkan ke switch jika diperlukan. Dalam kasus ini, penggunaan VTP Pruning akan memastikan traffic VLAN 2 tidak pernah dilewatkan ke switch-C sampai switch C benar-benar tergabung dalam VLAN 2.
        VII.      Konfigurasi VTP
Untuk mengkonfigurasi IOS menjadi server VTP, jalankan perintah berikut:
SwitchA# vlan database
SwitchA(vlan)# vtp domain vtpdom
SwitchA(vlan)# vtp server
SwitchA(vlan)# exit
Untuk mengkonfigurasi klien VTP, jalankan perintah berikut:
SwitchB# vlan database
SwitchB(vlan)# vtp domain vtpdom
SwitchB(vlan)# vtp client
SwitchB(vlan)# exit
Untuk menonaktifkan VTP, dengan mengatur mode VTP transparan seperti:
SwitchC# vlan database
SwitchC(vlan)# vtp transparent
SwitchC(vlan)# exit
Untuk memantau pengoperasian VTP dan status, gunakan:
SwitchA# show vtp status
SwitchA# show vtp counters
       VIII.      Trunking VLAN dengan ISL and 802.1q
Jika menggunakan VLAN dalam jaringan yang mempunyai beberapa Switch yang saling berhubungan antar VLAN, maka dibutuhkan VLAN Trunk.
Switch memerlukan cara untuk mengidentifikasikan VLAN dari mana frame tersebut dikirim saat mengirim sebuah frame ke Switch lainnya. VLAN Trunking mengijinkan Switch memberikan tagging setiap frame yang dikirim antar switches sehingga switch penerima mengetahui termasuk dari VLAN mana frame tersebut dikirim. Idenya bisa digambarkan pada gambar diagram berikut ini:
Beberapa VLAN yang mempunyai anggota lebih dari satu Switch dapat didukung dengan adanya VLAN Trunking.
Beberapa VLAN yang mempunyai anggota lebih dari satu Switch dapat didukung dengan adanya VLAN Trunking. Misal, saat Switch1 menerima sebuah broadcast dari sebuah piranti didalam VLAN1, ia perlu meneruskan broadcast ke SwitchB. Sebelum mengirim frame, SwitchA menambahkan sebuah header kepada frame Ethernet aslinya; heder baru tersebut mengandung informasi VLAN didalamnya. Saat SwitchB menerima frame tersebut, ia mengetahui dari headernya bahwa frame tersebut berasal dari piranti pada VLAN1, maka SwitchB mengetahui bahwa ia seharusnya meneruskan broadcast frame hanya kepada port2 pada VLAN1 saja dari Switch tersebut.
Switch Cisco mendukung dua VLAN trunking protocol yang berbeda, Inter-Switch Link (ISL) dan IEEE 802.1q. keduanya memberikan Trunking dasar, seperti dijelaskan pada gambar diatas. Akan tetapi pada dasarnya keduanya sangatlah berbeda.
         IX.      Protocol VLAN Trunking:
  1. Adadua protocol VLAN Trunking utama saat ini, yaitu IEEE 802.1q dan Cisco ISL. Pemilihan protocol VLAN Trunking normalnya berdasarkan piranti platform Hardware yang digunakan.
  2. IEEE 802.1q adalah standard protocol VLAN Trunking yang memberikan tagging internal kedalam frame Ethernet yang ada sekarang. Hal ini dilakukan dalam hardware dan juga meliputi kalkulasi ulang header checksumnya. Hal ini mengjinkan sebuah frame di tagging dengan VLAN dari mana datagram tersebut berasal dan menjamin bahwa frame dikirim kepada port didalam VLAN yang sama. Hal ini untuk menjaga kebocoran datagram antar VLAN yang berbeda.
  3. ISL (Inter Switch Link) memberikan suatu tagging external yang dikemas disekitar frame asalnya.
  4. Saat menghubungkan beberapa Switch lewat sebuah Trunk perlu dipastikan bahwa kedua Switch yang terhubung VLAN Trunking tersebut mempunyai protocol VLAN Trunling yang sama. Penggunaan negosiasi automatis dari protocol VLAN Trunking adalah tidak dianjurkan karena bisa terjadi kemungkinan salah konfigurasi.
  5. Untuk penerapan VLAN dengan Switch yang berskala besar sebuah protocol manajemen VLAN diperlukan misal VTP (VLAN Trunking Protocol). Protocol VTP memungkinkan VLAN didefinisikan sekali didalam suatu lokasi tunggal dan disinkronkan kepada Switch2 lainnya didalam administrative domain yang sama.
  6. Penerapan VLAN setidaknya dirancang dengan sangat bagus dan mudah dimanage. Dokumentasinya haruslah sangat rapi dan akurat dan dijaga selalu update agar membantu kegiatan support jaringan. Normalnya VLAN tidaklah dianjurkan untuk jaringan kecil (kurang dari 100 user pada satu lokasi), akan tetapi untuk business dengan skala menengah dan besar, VLAN adalah sangat mendatangkan keuntungan yang besar

Tipe VLAN

Tipe tipe VLAN



VLAN dibagi menjadi 3:
1. VLAN Data
VLAN data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa traffic yang diperlukan untuk traffic tertentu digunakan oleh user.
     2. Default VLAN
adalah kondisi dimana semua port yang terdapat pada switch menjadi anggota VLAN setelah boot up switch dinyalakan. Konfigurasi ini membuat semua port menjadi aktif akan berada pada satu broadcast domain.
     3. Native VLAN
Sebuh native VLAN diberikan ke sebuah 802.1Q trunk port. 802.1Q trunk port mendukung traffic yang datang dari banyak VLAN (tags traffic atau tags port). 802.1Q trunk port ditempatkan bersama dengan port untags agar setiap anggota pada VLAN untags mampu mentransmisikan data keluar dari switch 1 menuju switch 2 yang memiliki keanggotaan sama pada VLAN yang terdapat pada switch 1.

VLAN ID

Vlan Membership Based On Network Layer Address
        Pasti kamu tahu apa itu LAN, MAN, WAN, & beberapa jenis Area Network, sudah tidak asing lagi namanya bagi yang suka main Komputer/Laptop ataupun juga main di Warnet😄, tapi apakah kamu tahu apa itu VLAN?
Saya akan memberitahukan apa itu VLAN dan apa sih Fungsi/Kegunaan VLAN itu, bukannya LAN sama VLAN itu sama saja ya? tidak. Mari kita mulai untuk tahu lebih dalam lagi tentang VLAN.......

A. Yang Harus Kalian Ketahui Tentang VLAN ID :

  • Ada beberapa dasar materi VLAN ID :
  1. Pengertian VLAN ID
  2. Macam - Macam VLAN ID, dan
  3. Fungsi/Kegunaan VLAN ID
B. Standar IEEE 802.1.Q

C. Keterangan VLAN ID

Mari kita mulai membahas VLAN ID.....

A. Yang Harus Kalian Ketahui Tentang VLAN ID :
  • Pengertian VLAN ID
    Suatu VLAN ID yang ditetapkan ke port akses untuk membagikan atau memetakan LAN Virtual yang mana port ini terhubung ke switch
  • Macam - Macam VLAN ID

    1. Normal Range VLAN (1 - 1005)
    - Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah
    - Nomor I 1002 s/d 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN
    - ID 1, 1002 s/d 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan
    - Konfigurasi disimpan dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat file ini disimpan dalam memori flash milik switch
    - VLAN Trunking Protocol (VTP), yang membantu management VLAN, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database

    2. Extended Range VLANs (1006-4094)- Memampukan para service provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak . Dibutuhkan untuk perusahaan skala besar yang membutuhkan jumlah VLAN lebih dari normal.
    - Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingkan VLAN normal range
    - VTP tidak bisa bekerja disini
  • Fungsi atau Kegunaan VLAN ID

    1. 
    Untuk membedakan masing - masing VLAN.
    2. Untuk menunjukan Peng-Alamatan yang ditujunya.
    3. Untuk mencegah terjadinya collision domain (tabrakan domain)
B. Standar IEEE 802.1.Q

         
Menurut IEEE Standar 802.1.Q VLAN memberikan sebuah metode untuk membagi satu fisik Network ke banyak broadcast domain. Broadcast domain ini biasanya sama dengan batas ID Subnet. Setiap Subnet mempunyai satu VLAN. VLAN memperbolehkan banyak Virtual Lan berdampingan dalam sebuah fisik LAN (Switch). Jadi, semisal ada dua mesin yang terhubung dalam sebuah switch, keduanya tidak dapat mengirim Ethernet Frame ke mesin lain.
C. Keterangan VLAN ID

        Vlan diklasifikasikan atau dikelompokkan yang berbeda - beda berdasarkan tipe yang digunakan Switch. Bark menggunakan port MAC Address dan lain sebagainya.
Peng-Alamatan suatu VLAN disimpan dalam suatu databese, untuk mengaturnya yaitu menggunakan Switch. Switch inilah yang Memanage dan bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN, switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.
Switch juga dapat digunakan untuk peng-Alamatan Software yang berfungsi mencatat untuk menghubungkan antar VLAN yang dibutuhkan Router.

Membangun LAN dengan Catalyst Cisco


Tutorial membuat Jaringan LAN sederhana CIsco Packet Tracer

Jaringan: Jaringan adalah kumpulan beberapa perangkat computer dalam suatu area tertentu yag berguna untuk saling bertukar atau sharing data dan informasi. Tentunya dengan membuat jaringan kia dapat menghemat waktu dalam pengiriman data dan pastinya hemat biaya juga. Buat kali kita akan membuat simulator nya dengan menggunakan Cisco Packet Tracer.
Berikut adalah contoh sederhana dalam membuat sebuah Jaringan LAN
Adapun alat dan bahan yang kita butuhkan antara lain:
Cisco Paket Tracer
Switch
PC 5 unit
Laptop 5 unit
Kabel Straight

Adapun tahap pembuatan nya adalah sebagai berikut:
Pertama tama, kita siapkan dulu switch nya, kita ambil switch yg type nya 2950-24, kita ubah namanya yang dari Switch1 menjadi Switch


Lalu setelah itu kita siapkan terlebih dahulu 5 unit PC dan 5 unit Laptop nya


Lalu kita sambungkan pc ataupun laptop tersebut pada switch yang telah ada menggunakan kabel STRAIGHT

Setelah semua tersambung dan kabel nya muncul lampu di tiap ujung nya berwarna hijau menandakan bahwa PC ataupun laptop nya sudah saling terhubung ke Switch nya. Tetapi tunggu dulu, tahap nya belum selesai kita harus men setting IP nya terlebih dahulu, berikut daftar setting IP nya
diatas adalah setting IP pada PC 2
Diatas adalah tampilan untuk IP pc clien yg kedua, untuk client yang lainnya dapat disetting berurutan sesuai dengan urutan IP diatas, dengan catatan gateway nya sama saja yaitu 192.168.0.1
Berikut daftar IP nya:

PC 2
IP: 192.168.0.2
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 3

IP: 192.168.0.3
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 4

IP: 192.168.0.4
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 5

IP: 192.168.0.5
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 6

IP: 192.168.0.6
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 2

IP: 192.168.0.7
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 3

IP: 192.168.0.8
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 4

IP: 192.168.0.9
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 5

IP: 192.168.0.10
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1



Laptop 6
IP: 192.168.0.11
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1

Itu adalah daftar IP nya, dari simulasi diatas, kita dapat membuktikan nya dengan mencoba test PING, sebagai contoh ping dari PC 2 ke PC3, dan dari PC 2 ke laptop 6, berikut screenshoot nya



Test PING


Jika pesannya sudah reply maka simulasi pembuatan jaringan kita berhasil, dan penerapan jaringan LAN ini dapat kita gunakan ataupun terapkan di kehidupan kita, seperti contohnya saya beserta teman teman saya selalu menggunakan jaringan LAN ini untuk bermain game OFFLINE bersama.


Sekian informasi tentang tutorial pembuatan Jaringan LAN nya, semoga infonya bermanfaat.



SWITCH

Pengertian Switch pada jaringan Internet

                Switch adalah sebuah perangkat keras yang terdapat pada jaringan komputer yang berfungsi sebagai alat penghubung antar komputer. Switch pun bekerja pada lapisan data link. Sebenarnya cara kerja yang dimiliki switch pun hampir sama dengan Bridge, hanya bedanya switch memiliki beberapa port sehingga switch pun seringkali disebut juga sebagai “Multi Ports bridge”. Biasanya, Switch digunakan di jaringan yang menggunakan Topologi star.
             Sedangkan, apa itu pengertian dari “Switch jaringan”? Switc Jaringan merupakan alat dari jaringan yang dapat melakukan bridging secara transparan yang dapat menghubungkan segmentasi dari banyak sekali jaringan beserta dengan forwarding dan berdasarkan oleh alamat MAC. Selain itu, Switch jaringan pun dapat digunakan untuk menghubungkan komputer dan juga router pada sebuah area yang telah ditentukan sebelumnya atau terbatas.
Topologi Switch Jaringan Komputer

Fungsi dari Switch pada Jaringan Komputer

Lalu, sebenarnya apakah fungsi dari switch ini? Seperti yang telah dijelaskan di atas, secara mudah Switch dapat berfungsi sebagai penghubung antara beberapa perangkat yang terdapat di jaringan komputer. Misalnya saja perangkat seperti komputer, router, modem dan juga perangkat yang lainnya. Switch menerima pesan yang telah dihubungkan dengan nya dan kemudian akan meneruskan atau mengirimkan pesan tersebut ke beberapa perangkat yang telah dimaksud.
Dengan arti kata lain mungkin kita juga bisa menyebutswitch sebagai Konsentrator atau sebuah Sentral pada sebuah jaringan. Banyak orang yang setuju bahwa Switch merupakan perangkat yang lebih “cerdas” daripada hub , sebuah perangkat yang juga memiliki fungsi sebagai penghubung yang menerima pesan dan mengirimkannya ke semua perangkat yang terdapat dalam sebuah jaringan. Switch juga mencakup dari yang channel sedikit sampai channel banyak, dan berbagai merk switch spesifikasi terbaik mulai dari Allied Telesis, ASUS, Buffalo, Cisco, DELL, D-Link, Edimax, HP, Huawei, Mikrotik, Motorola, Netgear, Tenda, Totolink, TP-Link, dan lain-lain
Switch dianggap lebih cerdas karena mampu melakukan pengecekan pada frame yang error dan kemudian memblok frame tersebut. Switch jaringan ini memerankan peran yang penting, terutama untuk area lokal yang telah modern seperti misalnya Ethernet atau LAN. Beberapa kantor dengan ukuran yang besar mungkin menggunakan lebih dari 1 switch. Namun rumah kantor atau kantor kecil (SOHO) biasanya hanya menggunakan 1 switch atau switch tunggal.

Jenis Switch pada Jaringan Komputer

Switch dalam sebuah jaringan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:
  • Fast Forward / Cut through

Jenis switch yang pertama ini hanya melakukan pengecekan alamat tujuan yang terletak pada header frame. Kemudian frame ini akan dilanjutkan kepada host tujuan. Kondisi yang terjadi inipun dapat membuat latency time. Meskipun begitu, switch jenis ini merupakan yang tercepat di jenisnya.
  • Store and Forward

Switch dengan jenis ini biasanya akan menyimpan frame untuk rentang waktu tertentu yang kemudian akan di cek terlebih dahulu oleh sistem CRC (Cyclic Redudancy Check) yang kemudian akan diteruskan menuju host yang menjadi tujuannya. Jika ditemukan adanya frame yang error, maka akan dibuang. Switch ini merupakan switch yang paling dipercaya di antara yang lainnya.
  • Modified Cut through atau Fragment free Switch

Switch jenis ini akan melakukan pemeriksaan pada 64 byte pertama dari frame. Jika ada frame yang mengalami kesalahan dikarenakan tabrakan, maka frame tersebut biasanya tidak akan diteruskan. Hal ini akan selalu menjamin frame untuk sampai pada tujuan yang dimaksud. Jumlah 64 byte ini dipilih karena merupakan jumlah minimum yang dianggap krusial dan penti8ng untuk melakukan pengecekan apakah seuah frame baik-baik saja atau error.
  • Adaptive Switching Switch

Ini dibuat untuk dioperasikan pada cut through dengan model normal. Namun jika ditemukan kealahan yang dianggap terlalu tinggi, maka switch biasanya akan melakukan konfigurasi kembali secara otomatis yang kemudian akan dijalankan pada mode store and forward.
Itulah tadi penjelasan lengkap tentang Pengertian dan fungsi Switch Pada Jaringan internet komputer. Semoga dengan penjelasan tersebut kini kita menjadi lebih memahami tentang apa itu Switch pada jaringan, kemudian kedepannya kita pun bisa menentukan atau memilih perangkat mana yang sesuai untuk digunakan pada jaringan komputer yang kita kelola.

Pentingnya Teknologi VLAN

Pentingnya VLAN – Kelebihan, Kekurangan dan Pemanfaatannya

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas lengkap mengenai jaringan VLAN, mulai dari definisi, konsep, jenis, kelebihan, dan kekurangannya. Berikut ini ulasannya.
Virtual Local Area Network (VLAN) adalah metode di dalam jaringan komputer untuk menciptakan jaringan-jaringan yang secara logika tersusun sendiri-sendiri. VLAN sendiri berada dalam jaringan Local Area Network (LAN). Sehingga dalam satu jaringan LAN, bisa terdapat satu atau lebih jaringan VLAN. Dengan begitu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa di dalam sebuah jaringan LAN, kita dapat membuat satu atau lebih jaringan di dalam jaringan.
Konfigurasi jaringan VLAN dilakukan melalui perangkat lunak atau software. Sehingga, meskipun komputer anggota jaringan VLAN berpindah tempat, komputer tersebut tetap berada di dalam jaringan VLAN yang sama.
Manfaat VLAN
Beberapa manfaat dari jaringan VLAN adalah sebagai berikut:
  1. Performance. VLAN mampu mengurangi jumlah data yang dikirim ke tujuan yang tidak perlu. Sehingga lalu lintas data di jaringan tersebut bisa berkurang signifikan.
  2. Mempermudah Administrator Jaringan. Setiap kali komputer berpindah tempat, biasanya komputer tersebut harus diatur ulang agar mampu berkomunikasi dengan jaringan dimana komputer itu berada. Hal tersebut membuat komputer itu tidak dapat langsung dioperasikan setelah dipindahkan. Nah, jaringan VLAN bisa meminimalkan atau bahkan menghapus langkah ini karena pada dasarnya komputer tersebut tetap berada di dalam jaringan yang sama.
  3. Mengurangi biaya. Dalam jaringan yang menggunakan VLAN, Anda bisa membuat jaringan yang private meskipun Anda tidak sedang berada di dekat jaringan utama Anda. Hal tersebut tentu saja bisa meminimalkan biaya yang diperlukan untuk menarik kabel LAN ke lokasi baru.
  4. Keamanan. VLAN bisa membatasi pengguna yang bisa mengakses suatu data, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan hak akses.
Kekurangan VLAN
Berikut ini adalah kekurangan dari VLAN:
  • Secara logika, jaringan VLAN berbeda network tetapi secara fisik satu network. Artinya, jika network utama bermasalah, maka semua VLAN akan terkena dampaknya.
  • Ketika ada data yang dikirim broadcast, maka data tersbeut malah dikirim ke semua VLAN.
  • Ketika jumlah host di dalam VLAN banyak, maka kerja DHCP akan berantakan dan tidak bisa diduga.
Jenis-jenis VLAN
Berdasarkan perbedaan pemberian hak akses dan keanggotaan, maka VLAN bisa dibagi menjadi empat, yaitu:
1. Port Based (Berdasarkan Port)
Pemberian hak akses dan keanggotaan jaringan VLAN satu ini dilakukan dengan cara melakukan konfigurasi pada jenis port jaringan dan mengelompokannya ke dalam kelompok VLAN tersendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN, maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk (VTP).
Sebagai contoh, pada switch dengan 4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2. Selengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut:
Port1234
VLAN2212
Kelemahan dari cara ini adalah pengguna tidak bisa berpindah anggota VLAN. Sehingga jika ada pengguna yang berpindah, maka administrator jaringan harus mengatur ulang.
2. MAC based (Berdasarkan Alamat MAC)
Pemberian hak akses dan keanggotaan jaringan VLAN satu ini didasarkan pada alamat MAC yang dimiliki oleh setiap perangkat. Tiap switch pada sebuah jaringan komputer memiliki tabel MAC Address dari setiap komputer yang terhubung beserta kelompok VLAN tempat komputer itu berada. Oh iya, MAC address merupakan suatu bagian yang yang mendukung fungsi ethernet card atau NIC (Network Interface Card) di setiap perangkat.
Kelebihan dari jenis VLAN ini adalah apabila ada pengguna yang berpindah pindah, maka pengguna tersebut akan tetap terdaftar sebagai anggota dari VLAN tersebut.
Sedangkan kekurangan dari jenis ini adalah setiap switch harus diatur secara manual. Untuk jaringan yang memiliki ratusan workstation dan switch, maka tipe VLAN satu ini kurang efisien untuk dilakukan.
3. Protocol based (Berdasarkan Protokol)
Karena VLAN bekerja pada lapisan kedua di dalam OSI layer, maka penggunaan protokol jaringan (IP dan IP Extended) sebagai dasar penentuan anggota VLAN dapat dilakukan.
4. IP Subnet Address based (Berdasarkan IP Subnet)
Selain bekerja pada lapisan kedua, VLAN juga bisa bekerja pada lapisan ketiga dari model OSI Layer, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN.
Pengelompokan satu ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidak mempermasalahkan funggsi router. IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan VLAN. Keuntungan dari jenis VLAN ini adalah seorang pengguna tidak perlu mengatur ulang alamat IPnya di jaringan apabila berpindah tempat. Hanya saja, karena jenis VLAN satu ini bekerja pada lapisan OSI Layer yang lebih tinggi, maka lalu lintas datanya akan sedikit lebih lambat. Alasannya karena data akan meneruskan paket terlebih dahulu. Contoh aplikasi jenis ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
IP Subnet22.3.24.xx46.20.45.xx
VLAN12
5. Authentication based (Berdasarkan Autentikasi)
Suatu perangkat atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di dalam jaringan VLAN yang dikelompokkan berdasarkan autentifikasi pengguna atau komputer dengan protokol 802.1x
6. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi
Untuk menentukan suatu VLAN, sangat dimungkinkan untuk dilakukan berdasarkan aplikasi yang dijalankan atau kombinasi dari semua jenis yang telah kami jelaskan di atas untuk diterapkan di dalam suatu jaringan. Misalkan saja: aplikasi FTP (File Transfer Protocol) hanya bisa digunakan oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.
Tipe Koneksi VLAN
Tipe koneksi VLAN dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Trunk Link, yaitu koneksi yang menghubungkan antar Switch di dalam sebuah jaringan komputer
  2. Access Link, yaitu koneksi yang menghubungkan ke PC (data user)
  3. Hybrid Link, yaitu koneksi gabungan dari Trunk dan Access
Prinsip kerja VLAN
Prinsip kerja VLAN terbagi atas berbagai tahap, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Filtering Database, yang berisi informasi tentang pengelompokan VLAN. Tahap ini terdiri dari:
    • Static Entries
      • Static Filtering Entries: Tahap ini akan memilah apakah suatu data akan dikirim, dibuang, atau juga dimasukkan ke dalam dynamic entries.
      • Static Registration Entries: Tahap ini akan memilah apakah suatu data itu akan dikirim ke suatu jaringan VLAN dan port yang bertanggung jawab untuk jaringan VLAN tersebut
    • Dynamic Entries
      • Dynamic Filtering Entries: Tahap ini akan memilah apakah suatu data akan dikirim atau dibuang
      • Group Registration Entries: Tahap ini akan memilah apakah suatu data yang dikirim ke suatu group atau VLAN tertentu akan dikirim/diteruskan atau tidak
      • Dynamic Registration Entries: Tahap ini akan memilah port yang bertanggung jawab untuk suatu jaringan VLAN
  2. Tagging. Saat sebuah data dikirimkan, maka pada data tersebut harus ada yang menyatakan tujuan data tersebut (VLAN tujuan). Informasi tersebut diberikan dalam bentuk tag header , sehingga informasi bisa dikirimkan ke user tertentu saja dan di dalamnya berisi format MAC Address (berada di dalam Data Link Layer jaringan komputer). Ada pun jenis-jenis dari tag header adalah sebagai berikut:
    • Ethernet Frame Tag Header
    • Token Ring and Fiber Distributed Data Interface (FDDI)
Bentuk Jalur VLAN
  1. Tradisional. Jalu VLAN satu ini memiliki banyak jalur
  2. Trunking, yaitu jaringan VLAN yang mempunyai satu jalur, dimana pada jalur tersebut memiliki teks yang mengidentifikasi beberapa VLAN atau jalurnya mempunyai banyak jalur logika dalam 1 fisik.
Sekian ulasan lengkap kami mengenai jaringan VLAN. Semoga ulasan kami di atas bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang mempelajari konsep jaringan komputer.

Tugas TLJ

Pengertian Softswitch dan fungsinya beserta dengan Cara kerjanya Pengertian Softswitch Softswitch merupakan entitas berbagai softw...